Kamis, 16 Mei 2013

I AM AND I'M REAL (Khunyoung) *all ages*


Title: I'AM AND I'AM REAL!!

Author
: Apsen Soendana

Genre
: Romance, sad
Length: Oneshot

Language
: Bahasa Indonesia

Rating
: All Ages

Nichkhun Buck Horvejkul (นิชคุณ หรเวชกุล)

Jang Wooyoung (장우영)
Lee Junho (이준호)
Ok Taecyeon (옥택연

------------------------------------------------------


Wooyoung terbangun di suatu tempat, antara sadar dan tidak sadar. Di sekelilingnya semuanya terasa berbeda. Lantai yang wooyoung pijak, dinding yang ada di sekelilingnya, langit-langit ruangan, bahkan dirinya sendiripun terasa berbeda. Rasanya tak seperti yang pernah wooyoung lihat dan dirasakan selama dua puluh lima masa hidupnya. Seperti berada disuatu tempat yang asing, lebih indah, penuh misteri, dan seperti yang Wooyoung katakan, tidak nyata.


Wooyoung mengamati sekeliling, masih dengan rasa tak tercaya. Ada sedikit kecemasan karna berada di suatu tempat yang tak Woooyung kenal. Namun dibalik kecemasan itu ada pula rasa takjub akan dunia yang baru dipijaknya saat ini. Ok, Wooyoung tak sepenuhnya jujur tak mengenal tempat ini. Wooyoung tahu tempat ini, atau setidaknya dunia yang baru Wooyoung masuki....

Ini benar-benar gila. Wooyong tidak mungkin berada disini kan? ini nyata dan tempat ini seharusnya tidak nyata. Ini adalah Dunia Maya. Tapi kenyataannya Wooyoung berada disini. Jadi apakah tempat ini nyata? Ataukah Wooyoung yang tidak nyata? Pikirannya dipenuhi oleh segudang pertanyaan. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih wooyoung miliki, otaknya mulai mencoba mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya. Yang terakhir dapat wooyoung ingat adalah wooyoung sedang bertengkar dengan taecyeon karena suatu masalah.
Taecyeon tidak suka melihat Wooyoung sedih. Wooyoung tidak terima kalau dirinya diperlakukan bak layaknya seorang anak kecil yang meminta susu. Intinya, Wooyoung tidak suka kalau dia dianggap seorang bocah . Wooyoung rasa.... keputusannya untuk Coming Out dari 2PM adalah keputusan yang salah

Wooyoung capek menjalani hidup ini. Wooyoung butuh pertolongan. Tapi taukah kenyataannya? Internet adalah obatnya. Taecyeon saja yang tidak bisa mengerti. Jadi setelah itu Wooyoung berlari ke kamar, membanting pintu keras-keras dan hal selanjutnya menjadi samar-samar. Kemudian Wooyoung tak ingat apapun. Dan begitu Wooyoung bangun.... Wooyoung sudah ada disini, terjebak dalam dunia yang tidak nyata.
______________

Tempat ini berupa sebuah ruangan mewah yang sangat besar. Tak banyak barang-barang memang. Ada beberapa lukisan yang tergantung di dinding, beberapa kursi antik dan hiasan-hiasan indah yang nampak tak nyata. Ya, sekali lagi ini semua tak nyata! Disalah satu sudut tempat terdapat sebuah kaca besar berukuran setinggi tubuh manusia. Wooyoung menghampiri kaca itu lalu berdiri di depannya. Wooyoung mengenal wajah di depannya. Itu adalah dirinya (Wooyoung) , tapi bukan wooyoung yang sesungguhnya. Itu adalah woooyung yang lain. Wooyoung yang membuat dirinya sendiri. Harusnya Wooyoung tak mungkin ada disosok ini. Wooyoung yang ini tidak nyata dan tidak mungkin akan menjadi nyata. Apa Wooyoung sedang bermimpi? Mungkin saja. Jika benar begitu Wooyoung tidak ingin cepat-cepat meninggalkan mimpi ataupun dunia ini.


Penampilan Wooyoung di kaca seperti yang sudah bisa diduga, secara keseluruhan Wooyoung tampak seperti manusia pada umumnya. Tapi dengan bentuk mata yang lebih indah dari mata biasa, rambut tertata rapi dan berkilau, warna kulit lebih cemerlang, dan bentuk muka yang sedikit berbeda dari umumnya namun memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh manusia. Inilah hebatnya tinggal di dunia 'ini'. Wooyoung mengenakan hoodie dan skinny jeans berwarna hitam kontras dengan warna kulitnya yang terang.

Wooyoung melihat ppiyak berjalan di atas kepalanya. Wooyoung tersenyum memandang dirinya sendiri di cermin

Sesuatu muncul secara tiba-tiba, atau lebih tepatnya seseorang. Woooyung menengok kearah datangnya seseorang itu. Dia ada di tempatnya pertama kali Wooyoung  datang. Hal yang luput darinya yaitu Wooyoung tak tau bagaimana cara dia datang. Dia tampak seperti tiba-tiba sudah ada disitu dalam sekejap. Bahkan Woooyung pun tak melihat ada pintu yang terbuka. Tapi sesungguhnya sesuatu dalam dirinya tahu bagaimana cara dia datang.



Dia seorang lelaki dengan penampilan yang tak jauh beda dari yang sudah Wooyoung deskripsikan pada penampilanya sendiri. Bedanya... dia lebih terlihat tampan, sejenis ketampanan yang hanya bisa Wooyoung jumpai pada cowok yang paling tampan di majalah-majalah remaja barat atau di gambar-gambar coretan tangan yang sudah profesional. Sempurna, Wooyoung bisa menyebutnya begitu. Rambut hitamnya dipotong sesuai gaya rambut remaja sekarang, agak tidak beraturan dan berbeda panjang di beberapa sisi.  Matanya tajam,Hidung dan bibirnya indah. Bentuk wajahnya seperti patung porselin yang sudah didesain untuk terpahat sempurna.

Dia mengenakan pakaian serba hitam , namun lebih rumit dengan hiasan disana sini. Wooyoung tau di ‘dunia ini’ cowok berdandan tak  kalah hebohnya dari cewek. Jas elegan yang dikenakannya cocok dengan celana hitam ketat yang menutupi kakinya hingga amblas ke sepatu boot berwarna senada. Dia mengenakan syal yang lebih mirip serangkaian bulu binatang berwarna hitam. Apa itu bulu burung? Nah itu dia, itu bulu burung gagak. Aku melihat satu yang hidup bertengger di bahu kirinya. Dia juga menyematkan dua buah katakana yang saling menyilang di belakang pinggang, sarung tangan spike dan gelang-gelang spike masing-masing di lengan dan mata kaki juga di leher yang dipakainya sebagai kalung. Kilatan-kilatan listrik menyambar-nyambar di sekeliling tubuhnya seakan hal itu sudah wajar saja ada. Dan entah darimana Wooyoung bisa tau bagaimana harus menyebutnya di kala pertemuan kami  yang pertama ini.



“Hi Wooyoung,” dia menyapa wooyung.



“Hello Nickhun,” Wooyoung pun menjawabnya.



Selanjutnya terjadi percakapan antara mereka berdua. Woooyung sudah memutuskan memasukkan Nickhun dalam daftarnya. Ya, semua orang disini punya daftar untuk menggolongkan siapa saja yang disukainya kedalam suatu kelompok yang meraka sebut sebagai "Friend List". Nickhun sudah menjadi temannya. Merekai mengobrol cukup lama hingga muncul beberapa orang lagi di ruangan tersebut. Sama sepertinya dan Nickhun, orang-orang itu muncul secara tiba-tiba dari suatu tempat.  Rasanya di tempat ini tak ada batasan ruang dan waktu. Lalu Nickhun pun mengajak Wooyoung pergi kesuatu tempat berlatar belakang senja hari setelah baru beberapa menit sebelumnya mereka mengunjungi tepi danau cerah dengan suasana pagi yang indah. Aneh bukan? Wooyoung tak tau sudah berapa lama ia menghabiskan waktu di tempat ini. Mengobrol bersama Nickhun dan bertemu orang-orang baru, tak pernah merasa lelah ataupun pusing memikirkan kewajiban yang harus dilakukan di dunia yang sesungguhnya, bahkan tak perlu mengkhawatirkan akan menjadi jelek. Benar-benar dunia yang sempurna. Tapi benarkah dunia bisa sesempurna ini? Kalau ‘dunia ini’ benar-benar ada, rasanya Wooyoung ingin tinggal selamanya disini.


Tidak.

Wooyung tak bisa tinggal selamanya disini. Ini tidak nyata. Woooyung mencoba memaksakan otak logikanya berkerja. Namun Nickhun dan seluruhnya yang ada disini seakan mengajaknya untuk berfikir yang sebaliknya.



“Ada apa?” tanya Nickhun, menyadari Wooyoung tak merespon ucapannya.



Wooyung menggelengkan kepala lalu berbalik lagi memandang wajah Nickhun yang tampan. Benarkah aku bisa menjumpai cowok seperti ini di dunianya?



“Apa kamu capek?” imbuhnya.



“Aku tidak pernah merasa capek jika berada disini. Kupikir kau juga begitu, iya kan?”



“Kau benar. Memangnya ada tempat lain selain disini?”



“Tentu saja. Kita tidak tinggal selamanya disini. Kita punya kehidupan lain yang harus dijalani.”



“Aku tidak tahu kalau ada kehidupan lain selain disini. Sepanjang hidupku aku tinggal disini.”



Ucapan Nickhun sedikit membuat Wooyoung mengernyitkan dahi. “Kau tidak serius kan? Kita semua punya kehidupan yang lebih nyata dari ini. Ini tidak benar-benar nyata.” Kataku.



“Well, not for me...” Jawaban itu terdengar lirih dari mulut Nickhun sampai hampir-hampir Woooyung tidak bisa menangkapnya bila tidak sungguh-sungguh mendengarkan. "Kau bisa selalu datang di dunia ini... aku akan menunggumu, sampai kita bersama disini selamanya...." ucap Nickhun sambil mencium kening dan memeluk erat Wooyoung.



Itu percakapan terakhir Wooyoung dengan Nickhun sebelum rasanya Wooyoung seperti tersedot keluar dari tempatnya berada saat itu. Wooyoung masih sempat melihat Nickhun memberinya sepucuk kertas sebelum semua bayangan indah tempat itu memudar bersama Nickhun yang hilang dari pandangannya. Woooyung membuka mata. Suara gedoran di balik pintu kamarnya seakan mendorongnya untuk mengangkat kelopak matanya yang sebelumnya terpejam. Woooyung tidak tidur, tidak juga bermimpi. Woooyung hanya membayangkan apa yang ingin ia lihat dan ia rasakan. Sudah setahun ini Woooyung melakukan hal yang sama berulang-ulang. Woooyung menyebutnya "meloloskan diri dari dunia nyata". Gedoran  di balik pintu kamarnya bertambah keras diringi dengan suara Junho yang memanggil namanya. Woooyung bangkit dari posisinya duduk bersandar dibalik pintu, membukakan pintu untuk Junho dan melakukan percakapan singkat lalu menutupnya kembali.


Kali ini Wooyoung berhasil lagi melarikan diri sejenak ke ‘dunianya’ yang lain. Tak ada yang tahu hal ini kecuali dirinya sendiri. Tenang, aku pun tak berniat memberitahukannya kepada orang lain.  Lagi pula itu hanya ilusi yang Wooyoung ciptakan sendiri. Bukannya begitu? Tapi apa benar itu sekedar ilusi? Kamarnya tampak berbeda. Sebelumnya Wooyung memang meninggalkannya dalam keadaan berantakan dan sekarang pun masih tetap begitu. Tapi kali ini ada sesuatu yang lain. Woooyung melihat beberapa helai bulu burung gagak tergeletak di lantai kamanya. Bulu itu berwarna sangat hitam sama hitamnya dengan penampilan Nickhun dikala mereka bertemu. Lalu Wooyoung menyadari sesuatu yang ia lupakan sedari tadi. Woooyung merasakan benda itu ditangannya. Sebuah kertas dengan tulisan tangan. Wooyoung mengangkatnya. Dikertas itu tertulis sebuah tulisan, jelas bukan tulisan tangannya. Wooyoung membacanya sambil ternganga.




Yang tertulis di kertas itu ialah satu kalimat pendek. Yang membuat Wooyoung tersenyum....

Akhirnya, pertanyaannya selama ini terjawab juga.


"I AM AND I'M REAL!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar